ads

Ads

ads

Sponsor

Minggu, 12 April 2020

Ingin Menekan Biaya Operasional? Lakukan Pemeliharaan Loader secara Benar




Dalam berbagai proyek fisik pembangunan atau bisnis, wheel loader merupakan salah satu jenis alat berat yang cukup popular karena peran besarnya dalam mendukung jalannya pekerjaan. Fungsi utama wheel loader adalah melayani pemuatan material ke dalam alat pengangkut seperti dump truck atau yang lainnya. Selain itu masih banyak fungsi lainnya, antara lain : melayani pemindahan barang/ material, untuk pembersihan lapangan, penggusuran tanah, meratakan timbunan tanah dan sebagainya.

Oleh karena perannya yang cukup vital itu, maka menjadi sangat penting untuk memastikan loader selalu dalam kondisi kerja terbaik. Memilih ban yang tepat untuk unit loader Anda menjadi salah satu cara terbaik untuk menciptakan kondisi tersebut. Ban loader yang tepat memungkinkan unit loader melakukan kegiatan yang efisien sehingga bisa menghemat biaya operasional dan menekan downtime.

Selain itu, untuk menjaga kinerja loader agar tetap baik, maka tidak kalah pentingnya untuk melakukan perawatan dan inspeksi secara rutin terhadap unit loader Anda. Bagaimana melakukan perawatan unit loader, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan :

1. Pemeriksaan unit sebelum mesin dihidupkan

Tahapan perawatan ini perlu dilakukan secara teliti untuk menghindari kerusakan yang lebih fatal. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui apakah ada bagian yang rusak, baut yang longgar atau aus, kebocoran cairan atau masalah lainnya. Untuk memudahkan pekerjaan bisa dibuat checklist atau daftar hal-hal yang harus diperiksa setiap kali unit akan dioperasikan.

Beberapa item utama yang perlu diperiksa antara lain : tekanan atau kerusakan ban, bagian yang longgar, aus atau rusak, sabuk kipas, koneksi baterai, kebocoran oli atau cairan pendingin, filter udara dan kelengkapan lainnya. Sebagai langkah terakhir sebelum mengoperasikan unit, catat pembacaan meteran jam untuk membantu menentukan kapan pemeliharaan berkala harus dilakukan.

2. Menghidupkan dan memanaskan mesin

Setelah langkah pertama yakin sudah dilakukan secara benar, maka mesin siap untuk dihidupkan. Biarkan mesin bekerja selama 5 hingga 10 menit saat dinyalakan, agar memungkinkan tekanan oli melumasi bagian-bagian mesin yang bergerak. Pemanasan juga memungkinkan sistem pendingin mencapai suhu operasi yang tepat. Jika saat pemanasan mesin timbul ada suara yang tidak biasa, maka wajib untuk mematikan mesin dan harus dicari masalahnya.

Setelah pemanasan, pastikan tangki bahan bakar penuh dan pengukur bahan bakar berfungsi baik. Pastikan juga sistem listrik berjalan, tekanan dan temperatur oli berada di zona aman dan sebagai langkah terakhir sebelum mulai bekerja, pastikan rem berfungsi dengan baik.

3. Pemantauan saat unit beroperasi

Selama unit bekerja perlu untuk terus memantau kinerjanya. Perhatikan kalau ada suara-suara yang tidak biasa, kemudian periksa semua alat pengukur dan waspadai segala perubahan yang mungkin terjadi melalui layar operator.

Pastikan unit dioperasikan secara aman, benar dan sesuai kapasitasnya. Misalnya, mempertahankan kapasitas bucket yang tepat untuk menghilangkan beban berlebih pada alat, membantu mengontrol tumpahan untuk menghindari kerusakan ban. Memaksa melebihi kapasitas bucket dapat menyebabkan kerusakan ban, waktu siklus lebih lambat, kehilangan produksi, dan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Semua itu kalau bisa dikontrol tentunya akan menguntungkan produktivitas kerja unit.

4. Penanganan unit setelah beroperasi

Setelah unit loader selesai beroperasi, atur parkir di lapangan yang aman, turunkan bucket ke tanah, dan fungsikan rem parkir. Biarkan mesin tetap hidup selama 3 hingga 5 menit sebelum dimatikan untuk memungkinkan pengisi daya turbo menjadi dingin dengan baik. Kemudian catat jam operasi mesin pada meter kontrol unit.

Langkah terakhir, bersihkan unit dari kotoran dan isi tangki bahan bakar untuk mempersiapkan loader beroperasi di hari berikutnya.

Nah, itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan kerja unit loader. Pastikan produktivitas unit terjaga agar biaya operasional bisa lebih hemat. Semoga bermanfaat! 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LightBlog
Adbox